topan phanfone menyebabkan 143 orang terluka

Jumlah lorban tewas akibat topan phanfone yang menghantam Filipina tengah selama Natal meningkat menjadi 50 orang, kata pihak berwenang pada Selasa (31/12), menjadikannya topan paling mematikan di Filipina pada 2019.


Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (1/1), topan phanfone yang merusak dan hujan lebat merobohkan rumah-rumah dan menghancurkan bangunan komersial, terutama di Pulau Visayas, Filipina, yang memengaruhi lebih dari dua juta orang.

"Kami sedih beberapa warga negara kami masih berada di pusat-pusat evakuasi, tetapi kami meyakinkan mereka akan terus menerima dukungan sampai mereka bangkit kembali," kata jurubicara badan bencana nasional setempat, Mark Timbal, kepada 
AFP.Setidaknya 80.000 orang tetap di tempat penampungan darurat dan mungkin harus tinggal sampai selepas Tahun Baru 2020, mengingat skala kehancuran.
Lima orang masih hilang setelah badai, yang juga menyebabkan 143 orang terluka. Korban tewas naik dari 41 pada Minggu (29/12), termasuk tiga pelaut yang meninggal setelah kapal mereka terbalik, seorang polisi kesetrum oleh tiang yang dijatuhkan, dan seorang pria tertimpa pohon tumbang.
Topan phanfone, yang secara lokal disebut ursula, adalah topan ke-21 tahun ini yang melanda Filipina yang rawan badai. Banyak badai menggagalkan panen, merusak rumah dan infrastruktur, membuat jutaan orang mengalami kerugian.