Jumlah lorban tewas akibat topan phanfone yang menghantam Filipina tengah selama Natal meningkat menjadi 50 orang, kata pihak berwenang pada Selasa (31/12), menjadikannya topan paling mematikan di Filipina pada 2019.
"Kami sedih beberapa warga negara kami masih berada di pusat-pusat evakuasi, tetapi kami meyakinkan mereka akan terus menerima dukungan sampai mereka bangkit kembali," kata jurubicara badan bencana nasional setempat, Mark Timbal, kepada AFP.Setidaknya 80.000 orang tetap di tempat penampungan darurat dan mungkin harus tinggal sampai selepas Tahun Baru 2020, mengingat skala kehancuran.

Post a Comment