Alasan di Balik Keputusan Trump Tak Balas Serangan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan mengerahkan kekuatan militer untuk membalas serangan roket Iran dalam dua hari berturut-turut yang diterima oleh tentara di Irak. Di balik keputusan tersebut, Trump diketahui mendapat banyak masukan dan pertimbangan dari sejumlah petinggi negara.


Diplomat Amerika Serikat sekaligus perwakilan khusus untuk Iran, Brian Hook melakukan pertemuan di Gedung Putih. Hook bersama Wakil Presiden Mike Pompeo, pemimpin minoritas senat Chuck Schumer, Menteri Pertahanan Mark Esper, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, dan penasehat keamanan Robert O'Brien.

Hook yang berbicara di atas panggung mengatakan keputusan untuk tidak menyerang balik lantaran rakyat Irak, Libanon, dan Iran menginginkan negara mereka kembali seutuhnya.


"Rakyat Iran dan Libanon serta Iran menginginkan negara mereka kembali. Dan mereka lelah dengan Iran yang tidak bisa tinggal di dalam perbatasannya sendiri," ucap Hook singkat.

Lihat juga: Pelanduk Itu Bernama Irak
Sebelumnya para pejabat tinggi negara melakukan pertemuan dan membahas langkah yang akan ditempuh usai mendapat serangan pertama dari Iran.

Di tengah pertemuan pada Selasa (7/1) pukul 19.30 waktu AS, para petinggi tengah menanti kabar jumlah tentara yang menjadi korban serangan rudal Iran. Seorang senator kepada CNN mengatakan jika setelah berbicara dengan Trump diketahui ia siap melancarkan aksi balasan jika ada korban dari pihak AS.

Lantaran bukti awal menunjukkan jika tidak ada tentara AS yang dilaporkan tewas. Seorang sumber mengatakan jika para tentara AS di dua pangkalan yang diserang rudal bersembunyi di dalam bunker bawah tanah.

Gedung Putih juga mengonfirmasi jika masih menunggu kondisi di lapangan pasca serangan yang dilakukan pada Rabu (8/1) dini hari waktu Irak. Atas alasan tersebut akhirnya pemerintah AS mempertimbangkan untuk menahan serangan balasan ke Iran.