Perkembangan teknologi layanan keuangan atau financial technology (Fintech) mempercepat akses masyarakat dalam melakukan aktivitas keuangan secara lebih efektif dan efisien. Munculnya berbagai Fintech tentu merupakan angin segar dalam mencapai target inklusi keuangan.
Salah satu Fintech yang menyediakan layanan investasi reksa dana, Ajaib, kini menggandeng platform pembayaran dan layanan keuangan digital di Indonesia, OVO. CEO Ajaib, Anderson Sumarli mengatakan, kointegrasi Fintech ini diharapkan dapat mewujudkan target pemerintah, yaitu mencapai 75 persen inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.
“Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan berinvestasi bagi ratusan ribu pengguna platform Ajaib, dan terbukanya akses investasi bagi setiap kalangan,” ujarnya dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Senin (30/12).
Dia menjelaskan, sebelumnya pengguna aplikasi Ajaib hanya dapat menyelesaikan transaksi dengan melakukan transfer ATM, teller bank, m-banking, dan online banking. Kemudian, mulai Desember 2019 investor Ajaib dapat melakukan setoran dana investasi melalui OVO.
“Kami percaya ini adalah langkah awal untuk memacu pertumbuhan investor reksa dana, dan menjangkau lebih banyak investor. Dinamika investasi mikro di masyarakat yang terus meningkat harus cepat disambut dengan inovasi teknologi finansial yang terintegrasi,” tuturnya.
Anderson menjelaskan, sebelum dapat melanjutkan pembelian reksa dana melalui OVO, investor harus terlebih dahulu memiliki akun OVO. Selain itu, perlu dipastikan bahwa aplikasi layanan keuangan digital tersebut telah terpasang pada ponsel pengguna Ajaib.
Pasalnya, tahap penyelesaian transaksi akan dihubungkan secara langsung pada aplikasi. Sementara Managing Director OVO Harianto Gunawan mengatakan, dengan strategi ekosistem terbuka, OVO terus menjalin kerja sama untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital sekaligus mengakselerasi inklusi keuangan.
“Melalui kerja sama ini, pengguna dapat berinvestasi dengan transaksi digital yang aman dan nyaman,” imbuhnya.
Tercatat sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, saat ini OVO telah diterima di 600 ribu merchants, yang tersebar di lebih dari 300 kota di Indonesia. “Kami percaya bahwa integrasi dari kedua Fintech ini merupakan salah satu kunci utama untuk mewujudkan percepatan inklusi keuangan dan pemerataan ekonomi digital di Indonesia,” pungkasnya.

Post a Comment