“Tapi kalau ini, gini-gini konyolnya beritanya, bukan dia yang bikin, terus dia sudah menulis nama lengkap menggunakan foto Koko Ruben juga. Dan ini dampaknya bukan cuma buat kita doang. Di balik kita itu ada 6000 karyawan sampai yang bikin geram tuh ada banyak karyawan yang bergantung sama kita, bisa dibilang punya usaha. Sampai mereka tuh kalau hari raya, 'saya tidak usah pulang kampung deh, saya mending cari uang saja buat orang tua',” cerita Jordi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/11).
Fitnah yang menyebutkan bisnis Ruben memakai pesugihan juga membuat psikolog Jordi terganggu. Lantaran Jordi benar-benar terjun langsung ke perusahaan, jadi ia tahu betul bagaimana karyawan-karyawan bekerja.
“Jadi psikologinya saya juga kena. Ini dampaknya bakal dalam banget. Saya yang tahu karyawan saya tuh di dalam gimana. Lho kamu ini bilang ada pesugihan ditulis namanya jelas. Dikatakan makan korban lagi. Ini sudah ngarang, bukan cerita sebenarnya yang ahirnya rugi banget gitu,” tandas adik kandung Ruben itu. O gun/nov

Post a Comment